Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

November 30, 2022

Jakarta:  Kemeriahan penyambutan mahasiswa baru Universitas Pelita Harapan (UPH) masih berlangsung di hari kedua UPH Festival ‘Change Minds and Hearts’ pada 26 Agustus 2022. Tahun ini, lebih dari 4.000 mahasiswa baru UPH Tahun Akademik (TA) 2022/2023 disambut dengan pesan dari tiga menteri sekaligus.
 
Pesan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Dirjen Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya, Menteri Koordinator Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto, dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate, dalam acara Distinguished Guest Speaker (DGS). Ketiga narasumber mengajak mahasiswa baru untuk menjadi pemimpin masa depan yang berdampak dan mampu melalui berbagai tantangan untuk menuju Indonesia Emas 2045.
 
Mengawali paparan, Retno menjelaskan bagaimana posisi Indonesia di mata dunia saat ini. Implementasi politik luar negeri bebas aktif yang dilakukan oleh Indonesia telah mengantarkan Indonesia menjadi solusi permasalahan dunia.





Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terbukti dengan terpilihnya Indonesia untuk memegang presidensi G20, upaya penyelesaian konflik perang Ukraina-Rusia, dan kemampuan Indonesia dalam mengelola kawasan Indo pasifik. Terkait Indo Pasifik, Retno juga menjelaskan bahwa atas inisiatif Indonesia, Asean berhasil mengeluarkan Asean Outlook in The Indo Pacific (AOIP) yang mengedepankan paradigma kolaborasi dan dialog secara inklusi.
 
“Pada akhirnya politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia membuahkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” kata Retno di kampus UPH, Jumat, 26 Agustus 2022.
 
Menurut Retno, Kepercayaan dan kehormatan terhadap Indonesia ini perlu dijaga dan masa depan Indonesia ada di tangan mahasiswa yang akan melanjutkan perjuangan menuju Indonesia Emas 2045. “Kalian dididik untuk untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang akan berperan bagi kemajuan Indonesia. Jadi mari bersama-sama kita rayakan dan hormati kebinekaan kita, bersama-sama kita majukan Indonesia,” pesan Retno.
 
Lebih lanjut, Airlangga mengajak mahasiswa baru UPH untuk melihat pencapaian bangsa Indonesia. Dari sisi pencapaian, Indonesia merupakan salah satu dari lima negara terbaik di dunia yang mampu menanggulangi covid-19.
 
Hal ini bisa dicapai karena Indonesia telah melakukan vaksinasi masif dengan total 86,6 persen masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin dan memiliki imun yang baik. Kemudian Airlangga juga menjelaskan bahwa hingga saat ini Indonesia masih mampu menjaga nilai inflasi di bawah 5 persen.
 
Saat ini, kata Airlangga, Indonesia tengah mendorong tercapainya transformasi digitalisasi bagi kemajuan Indonesia, hal ini dibuktikan dengan hadirnya digitalisasi kartu pra kerja dan juga teknologi layanan kesehatan yaitu Telemedicine.  Airlangga juga menyoroti tantangan bangsa Indonesia yang harus dihadapi bersama, yaitu bonus demografi.
 
“Bonus demografi adalah masa di mana demografi Indonesia didominasi oleh masyarakat usia produktif yaitu usia 15-65 tahun. Bonus demografi dirasakan Indonesia hingga 2035,” ujarnya.

Transformasi Digital

Sesudah tahun 2035 mereka yang usianya di atas 65 tahun atau yang kurang 15 tahun akan lebih banyak dari mereka yang usia produktif. Oleh karena itu, saat ini adalah momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan sampai tahun 2035 dengan memastikan negara Indonesia menjadi negara maju.
 
Menurut Airlangga, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan transformasi digital. “Jadi ini adalah tantangan bagi para mahasiswa yang hadir di sini. Apapun jurusan yang dipilih, perlengkapi diri kalian dengan kemampuan teknologi informasi dan digital. Mari bersama kita berjuang untuk memajukan Indonesia,” papar Airlangga.
 
Sejalan dengan Airlangga, Johny juga menjelaskan, saat ini Indonesia berada di fase perjuangan kedaulatan digital, artinya bagaimana memastikan digitalisasi dapat dirasakan secara merata. Selain sarana dan prasarana untuk memperkecil kesenjangan digital antarwilayah, Indonesia juga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang lahir dari anak bangsa.
 
“Bagi mahasiswa UPH di tempat ini, apapun jurusan yang kamu pilih, saya ingin mendorong agar kalian masuk ke dunia digital dengan cerdas. Kalian harus mampu menguasai teknologi digital dan mampu menjadi digital talent yang kreatif untuk membangun Indonesia. Saya optimis bersama-sama kita bisa memulihkan Indonesia, recover stronger and together!” kata Johny.
 
3 Menteri Beri Wejangan untuk Mahasiswa Baru di UPH Festival
Rektor UPH, Jonathan L. Parapak. Foto: Dok. UPH
 
Menutup seminar yang dibawakan oleh para DGS, Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, berpesan agar kita semua menjadi bagian dalam kemajuan Indonesia.  “Sesuai pesan dari Presiden RI untuk Indonesia yaitu bangkit dan maju, pesan kita melalui UPH Festival juga sejalan yaitu ‘Change Minds and Hearts’, yang artinya harus ada transformasi, ada perubahan untuk kita maju dan menjadi berkat bagi bangsa. Oleh karena itu, mari kita jadikan seluruh paparan dari para DGS hari ini sebagai bekal untuk berperan dalam membangun bangsa Indonesia,” tutup Rektor UPH.
 
UPH terus berkomitmen untuk menanamkan dan menjunjung tinggi nasionalisme serta memupuk rasa cinta tanah air kepada seluruh mahasiswa baru. Melalui perubahan hati dan pikiran, para mahasiswa baru dipersiapkan untuk menjadi ‘The Great Achiever’ di masa depan.
 
Selain bagi penyambutan mahasiswa baru, bertepatan dengan UPH Festival 2022 pendaftaran Tahun Akademik (TA) 2023/2024 juga telah dibuka. Untuk memberikan kemudahan dan kesempatan bagi seluruh siswa-siswi kelas 12 sekolah menengah, UPH memberikan potongan Biaya Uang Pangkal hingga 80 persen.  Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultant UPH.

 

(CEU)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.