Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

Maret 25, 2023

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berupaya untuk terus menstabilkan harga tiket pesawat terbang yang masih dirasa cukup mahal.

Ia menyiapkan tiga upaya agar harga tiket pesawat semakin turun dan memudahkan akses mobilitas masyarakat.

“Tiga hal yang harus kita lakukan. Pertama adalah kita mengajak semua maskapai untuk mengevaluasi diri dengan melakukan efisiensi dan melakukan inovasi, agar mereka bisa melakukan suatu upaya-upaya, sehingga tarif yang diberikan pada masyarakat itu lebih rendah,” tutur Budi Karya dalam Raker bersama Komisi V DPR RI, Rabu (24/8/2022).

Menhub melihat, fakta mengenai tempat-tempat yang remote, dengan menggunakan pesawat baling-baling memang terjadi suatu kesenjangan, yang berkaitan dengan mahalnya avtur.

Baca juga: Menteri Perhubungan Dukung Inovasi Maskapai untuk Stabilkan Harga Tiket Pesawat

“Ini okupansinya relatif rendah. Jadi memang itu harus dipahami, tapi kami tetap mengharapkan para airline melakukan suatu upaya,” imbuhnya.

Strategi kedua, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, airlines dan masyarakat, sehingga penumpang pesawat merata setiap harinya.

“Ada dua yang menjadi masalah, itu adalah kekosongan atau kompetensi yang tidak maksimal. Misal kalau hari Selasa sama Kamis, orang itu tidak bepergian dengan pesawat. Juga tengah hari, tidak berpergian. Itu padahal kalau dipromosikan dengan diskon dan sebagainya banyak orang yang pergi ke sana. Misal intuk kepentingan keluarga kan enggak mesti Sabtu Minggu, atau untuk kepentingan kantor kan bisa dilakukan tengah hari tidak perlu pagi hari atau sore hari,” ungkap Menhub.

Menhub juga meminta berbagai pihak untuk mempromosikan tiket pesawat, sehingga makin banyak orang menggunakan mode transportasi ini.

Selanjutnya, meningkatkan peran pemda untuk memberikan subsidi dengan cara melakukan block seat, dimana pemda menjamin tingkat keterisian agar bisa lebih dari 60 persen.

“Contohnya yang dilakukan pemda di Toraja, Sulawesi Selatan. Mereka memberikan dukungan kepada maskapai sehingga tingkat keterisian bisa di atas 70 persen dan maskapai bisa terus melayani rute tersebut dengan harga yang terjangkau, karena kepastian okupansinya,” jelas Budi.

Upaya ketiga ialah memberikan usulan kepada Kementerian Keuangan untuk meninjau kembali Pajak Pertambahan Nilai (PPN) avtur untuk diturunkan menjadi 5 persen sementara waktu.

“Kementerian Keuangan untuk meninjau apabila dimungkinkan PPN itu diturunkan dari 11 persen menjadi 5 persen, mungkin 3 bulan setelah itu balik lagi. Tapi ini tergantung nanti dari Kementerian Keuangan,” ucapnya.


Artikel ini bersumber dari www.tribunnews.com.