Rakyat62.id

Media Rakyat Kreatif dan Inovatif!

November 30, 2022

rakyat62.id – Mengingat vitalnya sarana toilet dalam pengelolaan pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar pelatihan bagi pengelola wisata dan pengurus masjid guna meningkatkan kebersihan toilet di destinasi wisata maupun fasilitas umum.

“Toilet merupakan sarana vital dalam pengelolaan pariwisata, karena itu kebersihan toilet menjadi hal yang utama dilakukan oleh pengelola destinasi wisata,” kata Kadis Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah H.Lendek Jayadi saat kegiatan Pelatihan Pengelolaan Toliet di Destinasi Wisata di JM Hotel Kuta, Selasa (27/9/2022), dikutip dari Antara.

Menurut Lendek, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa standar toilet yang layak pakai belum terlihat. Kalaupun sudah memenuhi standar, namun hanya beberapa tempat.

Mendorong kebersihan toilet, Lendek mengajak untuk memulainya dari rumah sendiri.

“Sederhananya kita berpikir, kalau di dalam toilet rumah sendiri tidak bersih maka perilaku kita di luar pun saya yakin juga tidak bersih,” katanya.

Untuk mengubah perilaku yang kurang baik, menurutnya, harus dimulai dari diri sendiri dan hal hal yang kecil dan mulai dari sekarang. Sebab jika tidak dibiasakan dan diajarkan dari sekarang, maka sampai tua, perilaku kurang bersih akan tetap ada pada diri masing-masing.

Lendek menekankan, misi pariwisata adalah merajut silaturahmi, agar yang belum datang diupayakan datang. Dan ketika datang, dia menjadi tamu yang harus diistimewakan, datang sebagai keluarga, pulang sebagai keluarga. Untuk itu, para tamu harus disuguhkan hal hal yang membuatnya tertarik dan betah di kawasan wisata itu. Salah satunya selain keramahtamahan masyarakat dan pengelola, juga sarana dan prasarana yang memadai seperti halnya keberadaan dan kebersihan toilet.

“Kalau wisatawan itu nyaman, aman, maka mereka akan betah, sebaliknya kalau mereka hanya sebentar maka berarti mereka tak betah, mungkin soal penyambutan kita yang kurang baik dan sarana prasarana kita yang kurang memadai,” pungkasnya.